Perkembangan Autotrade 


Sejarah Autotrade
Sejarah perdagangan otomatis di pasar keuangan dimulai pada tahun 1970-an ketika para trader besar mampu melakukan kontrak perdagangan otomatis di Chicago Mercantile Exchange.

Langkah selanjutnya dibuat pada tahun 1999 ketika perusahaan internet menciptakan software forex ritel pertama yang didedikasikan untuk individu, yang memberikan trader sarana untuk membeli dan menjual mata uang langsung di pasar forex. Perkembangan penggunaan Autotrade sangat cepat. Sepertiga dari semua perdagangan saham Uni Eropa dan Amerika Serikat pada tahun 2006 dilakukan oleh robot trading. Hanya dalam selang waktu 3 tahun, pada tahun 2009 penggunaan Auto trading menjadi sekitar 60-70% dari seluruh volume perdagangan saham di AS. Menurut data, sekarang auto trading digunakan pada 80% lebih dari transaksi perdagangan finansial, mulai dari saham, forex, komoditas, futures dan sebagainya. Semua pemain utama, seperti bank, dana investasi, dan institusi finansial sudah menggunakan autotrade untuk trading

Algortima Pemograman
Trading otomatis sering disebut sebagai algorithmic trading. Umumnya setiap Auto trading memiliki strategi dan algoritma sendiri, yang dibuat oleh pembuatnya. Strategi dan algorima ini disebut blackbox, merujuk pada sifatnya yang rahasia. Sehingga Automatic trading sering juga disebut blackbox trading

BlackBox Trading
Setiap institusi besar yang bermain di pasar keuangan memiliki blackbox-nya masing-masing, contohnya Chameleon (dikembangkan oleh BNP Paribas), Stealth (dikembangkan oleh Deutsche Bank), Sniper dan Guerilla (dikembangkan oleh Credit Suisse) Sekarang Automatic trading bisa menerima berita dari pasar dan algoritma dapat mengidentifikasi peluang pasar, membuat membeli keputusan beli atau jual dan memprosesnya dalam hitungan hanya milidetik. Jadi bahkan sebelum Anda mendapatkan kesempatan untuk membaca berita, autotrade sudah melangkah di pasar.